Belajar Menjadi Pemimpin dari Masjid Kuncen
Jumat pagi, 19 September 2025, saya mendapatkan kesempatan yang berharga untuk berbagi bersama para kepala sekolah TK dan SD se-Wilayah Barat Kota Yogyakarta. Acara pengajian ini berlangsung di Masjid Kuncen, yang terletak di kompleks SD Muhammadiyah II Wirobrajan. Meski sederhana, suasananya begitu hangat. Sekitar 70 kepala sekolah hadir, dan saya bisa merasakan semangat mereka untuk belajar dan memperkuat peran sebagai pemimpin pendidikan.
Sejak awal, saya menyadari bahwa kepala sekolah bukan hanya sekadar jabatan administratif. Mereka adalah penggerak, teladan, sekaligus inspirasi bagi guru, siswa, dan lingkungan sekitar. Karena itu, saya ingin berbagi tentang prinsip dasar kepemimpinan Islam yang saya yakini bisa menjadi fondasi kuat dalam dunia pendidikan.
Saya memulai dengan mengajak para peserta memahami kembali makna khalifah. Ada tiga hal penting yang selalu saya renungkan. Pertama, seorang pemimpin harus membawa kebermanfaatan. Kepemimpinan yang tidak memberi manfaat, sejatinya kehilangan ruhnya. Kedua, kepemimpinan seharusnya menjadi energi untuk meraih kesuksesan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi semua yang dipimpin. Ketiga, kepemimpinan itu pada akhirnya bisa digantikan. Tidak ada jabatan yang abadi, dan kesadaran ini membuat kita lebih rendah hati.
Ketika makna itu kita turunkan dalam pendidikan, kepemimpinan mestinya mendorong kemajuan sekolah. Kepala sekolah tidak hanya mengatur administrasi, tetapi juga menghadirkan visi, memberi teladan, dan mempersiapkan regenerasi. Saya percaya, jika nilai-nilai itu hidup dalam diri seorang pemimpin, sekolah akan tumbuh menjadi institusi yang tidak hanya maju secara akademik, tetapi juga kaya dalam nilai-nilai kemanusiaan.
Saya merasa bahagia melihat antusiasme para kepala sekolah yang hadir. Beberapa di antara mereka menyampaikan bahwa materi ini membuat mereka lebih sadar bahwa kepemimpinan adalah amanah besar, bukan sekadar posisi. Mendengar refleksi seperti itu membuat saya merasa pertemuan ini tidak hanya sekadar pengajian, tetapi juga forum saling menguatkan.
Bagi saya pribadi, pertemuan di Masjid Kuncen ini juga menjadi ruang kontemplasi. Saya diingatkan kembali bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa lama kita memegang jabatan, melainkan seberapa banyak manfaat yang kita tinggalkan.
Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pengingat bersama. Dan semoga para kepala sekolah yang hadir semakin mantap melangkah, membawa sekolah-sekolah mereka menuju kemajuan yang diridai Allah.


Komentar
Posting Komentar