Pelepasan Wisuda FAI UAD: Momen Menghantar Jejak dan Harapan

Tanggal 28 Juli 2025 akan selalu saya ingat sebagai hari yang begitu sarat makna. Di pagi itu, amphitarium penuh dengan wajah-wajah bahagia, hangat, dan penuh harapan. Kami, keluarga besar Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan, menggelar Pelepasan Wisuda Periode 4 Tahun Ajaran 2024/2025. Sebanyak 158 mahasiswa—wisudawan dan wisudawati—dari empat program studi S1 dan satu program studi S2 hadir dengan ekspresi bahagia.

Sebagai Dekan, saya diberi kesempatan untuk memberikan sambutan. Namun lebih dari sekadar sambutan, saya merasa perlu menyampaikan sesuatu yang menyentuh sisi terdalam perjalanan mereka. Saya mengajak mereka untuk mengingat kembali memori kolektif yang pernah kita lalui bersama di FAI—kebersamaan di ruang-ruang kuliah, diskusi yang tak jarang melelahkan namun memperkaya, perjuangan menyelesaikan tugas akhir, hingga canda tawa yang menemani hari-hari mereka sebagai mahasiswa.

Saya mengucapkan selamat atas capaian luar biasa ini—sebagai sarjana dan magister. Gelar ini bukanlah garis akhir, melainkan titik tolak bagi langkah-langkah baru. Dalam kesempatan itu, saya menekankan pentingnya peran alumni: bahwa setelah ini, mereka akan menjadi representasi FAI UAD di tengah masyarakat. Kontribusi mereka di luar sana akan menjadi cerminan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan di kampus ini.

Acara pelepasan ini juga terasa istimewa karena dihadiri oleh para dosen dan tenaga kependidikan—orang-orang di balik layar yang selama ini turut membersamai proses pendidikan para wisudawan. Kami juga menghadirkan narasumber: Bapak Muhammad Kamal Ichsan, Lc., M.A., pimpinan Pondok Pesantren Insan Utama Islamic Boarding School Yogyakarta. Sosok beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga penulis yang telah meraih penghargaan Buku Terbaik Islamic Book Fair tahun 2020 untuk kategori novel fiksi.

Sebelum menyimak paparan beliau, kami melaksanakan prosesi pengalungan medali kepada setiap wisudawan. Satu per satu nama dipanggil, satu per satu langkah menuju panggung, dan satu per satu medali dikalungkan—sebuah simbol bahwa mereka telah menyelesaikan tanggung jawab akademik di FAI. Kami juga mengumumkan para wisudawan berprestasi di tingkat prodi dan fakultas. Di momen itu, rasa bangga begitu meluap dalam hati saya. Mereka telah bertumbuh, berkembang, dan mencetak prestasi di rumah ini FAI UAD yang selama ini menjadi tempat mereka belajar dan menempa diri.

Ketika tiba waktunya mendengarkan materi dari narasumber, suasana menjadi hening dan khidmat. Bapak Kamal Ichsan menyampaikan pesan-pesan yang sangat relevan dan menyejukkan. Beliau mengingatkan bahwa dunia kerja bukan semata ruang profesionalisme, tetapi juga ladang amal jika dijalani dengan niat yang lurus dan keterlibatan Allah dalam setiap langkah. Profesional, ya. Tapi jangan pernah tinggalkan Allah dalam prosesnya.

Saya pribadi merasa bahwa pagi itu bukan hanya pelepasan wisuda. Ia lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah momentum spiritual dan intelektual untuk menghantarkan para lulusan menuju dunia yang baru, dengan semangat rahmatan lil ‘alamin. Dan saya percaya, mereka siap membawa cahaya dari FAI UAD ke tempat-tempat yang lebih luas di luar sana.

Selamat jalan, para alumni. Teruslah melangkah, jangan pernah berhenti tumbuh. Dan jangan lupa kembali pulang—karena FAI akan selalu menjadi rumah bagi kalian.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadirkan Inovasi di Hadapan Para Guru PAI Hebat

FAI Forever: Pulang Sejenak, Bersama Lagi

Menebar Semangat Studi Doktoral Studi Islam UAD: Catatan Perjalanan Pribadi dari Semarang