Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Pelepasan Wisuda FAI UAD: Momen Menghantar Jejak dan Harapan

Gambar
Tanggal 28 Juli 2025 akan selalu saya ingat sebagai hari yang begitu sarat makna. Di pagi itu, amphitarium penuh dengan wajah-wajah bahagia, hangat, dan penuh harapan. Kami, keluarga besar Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan, menggelar Pelepasan Wisuda Periode 4 Tahun Ajaran 2024/2025 . Sebanyak 158 mahasiswa—wisudawan dan wisudawati—dari empat program studi S1 dan satu program studi S2 hadir dengan ekspresi bahagia. Sebagai Dekan, saya diberi kesempatan untuk memberikan sambutan. Namun lebih dari sekadar sambutan, saya merasa perlu menyampaikan sesuatu yang menyentuh sisi terdalam perjalanan mereka. Saya mengajak mereka untuk mengingat kembali memori kolektif yang pernah kita lalui bersama di FAI—kebersamaan di ruang-ruang kuliah, diskusi yang tak jarang melelahkan namun memperkaya, perjuangan menyelesaikan tugas akhir, hingga canda tawa yang menemani hari-hari mereka sebagai mahasiswa. Saya mengucapkan selamat atas capaian luar biasa ini—sebagai sarjana dan magister. Gela...

Menghadirkan Inovasi di Hadapan Para Guru PAI Hebat

Gambar
Saya tidak pernah benar-benar bisa memprediksi arah hari-hari saya sebagai dosen. Ada saja kejutan yang muncul di tengah aktivitas, dan kadang—justru dari situ, saya belajar banyak hal. Beberapa waktu lalu, saya sedang duduk khusyuk menyimak prosesi pengukuhan guru besar Prof. Mochlasin, M.Ag di UIN Salatiga, suami dari kolega saya di FAI UAD, Prof. Rika Astari, M.A. Suasana akademik begitu khidmat, namun di tengah acara, ponsel saya bergetar. Sebuah panggilan masuk dari Pak Santo, salah satu pejabat di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan suara ramah namun mengejutkan, karena beliau langsung menyampaikan permohonan agar saya bersedia menjadi narasumber dalam Diklat Inovasi Pembelajaran Guru PAI SD se-Kota Yogyakarta. Kegiatan itu, katanya, akan dilaksanakan besok pagi (23/07/2025). Jujur, sempat terdiam. Mendadak sekali. Saya masih di Salatiga dan baru akan kembali ke Jogja malam hari. Tapi entah kenapa, hati ini langsung mengatakan: "Iya." Mungkin karena saya merasa a...

Menebar Semangat Studi Doktoral Studi Islam UAD: Catatan Perjalanan Pribadi dari Semarang

Gambar
Selasa, 15 Juli 2025 menjadi salah satu hari yang meninggalkan banyak cerita dan kesan mendalam bagi saya. Hari itu, saya bersama tim kecil dari Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) melakukan perjalanan ke Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dalam rangka sosialisasi Program Doktor (S3) Studi Islam. Kami berempat—saya sendiri, Prof. Dr. Siswanto Masruri (selaku Kaprodi S3 Studi Islam), Dr. Fandy Akhmad (Sekprodi), dan Dr. Zalik Nuryana (Kepala Bidang Kerja Sama Dalam Negeri)—berangkat dari Jogja sekitar pukul 07.00 pagi. Sopir kami, yang juga menjadi teman diskusi ringan selama di jalan, mengantarkan kami dengan nyaman hingga tiba di Semarang menjelang siang. Sesampainya di kampus Unimus, kami langsung disambut hangat oleh tim protokoler kampus. Suasana penuh keramahan itu berlanjut dengan ajakan makan siang di sebuah tempat makan yang namanya cukup menggelitik: “Mak Mak.” Nama yang mungkin terinspirasi dari tren istilah “emak-emak” yang kini kerap dipakai de...

Menjembatani Kampus dan Sekolah: FGD Integrasi PLP-KKN UAD 2025

Gambar
Ada satu momen yang begitu membekas dalam perjalanan kami membentuk arah baru pendidikan calon guru di Universitas Ahmad Dahlan. Saat itu saya berkesempatan hadir dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Laboratorium Pengembangan Profesi Kependidikan (PLP) UAD pada Rabu 9/07/2025 lalu. Bertempat di ruang dekanat FKIP, forum ini memang nampak santai namun bagi saya menjadi ruang dialog strategis untuk menyatukan dua program inti dalam pendidikan keguruan: interasi PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) dan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Suasananya hangat dan mengalir membicarakan bagaimana integrasi keduanya bisa memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang utuh—akademis sekaligus sosial. Sebagai Dekan Fakultas Agama Islam, saya merasa FGD ini bukan hanya agenda koordinasi teknis. Ini adalah ruang untuk menyusun lompatan perubahan. Hadir berbagai pihak yang sangat relevan—mulai dari Wakil Dekan FKIP Prof. Suyatno, Ketua dan Tim PLP FKIP-FAI, hingga mitra d...