Menjadi Bagian dari Seminar Internasional: Membaca I’jaz Al-Qur’an dari Perspektif Sosiologis
Pada 5 Februari 2024 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga: menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Internasional tentang I’jaz Al-Qur’an yang diselenggarakan secara daring oleh STIQ Al-Latifiyah Palembang. Di forum ilmiah ini, saya hadir bersama empat narasumber lainnya, berbagi wawasan tentang bagaimana kita bisa memahami i’jaz Al-Qur’an—kemukjizatan Al-Qur’an—melalui lensa sosiologi. Saya sendiri membawakan topik berjudul “I’jaz Qur’an in Sociological Perspective: Analysis, Concepts, and Approaches.” Saya percaya, kajian tentang Al-Qur’an tidak terbatas hanya pada satu pendekatan. Ia bisa dikembangkan dari sisi kebahasaan, tafsir, hingga pendekatan multidisipliner lain yang menyentuh realitas sosial. Bagi saya, Al-Qur’an bukan hanya teks suci dengan struktur bahasa yang luar biasa, tapi juga merupakan sumber pengetahuan yang membuka ruang bagi banyak disiplin ilmu untuk berdialog. Salah satu pendekatan yang menarik—dan menurut saya masih jarang di...